SCAMPER Way!

SCAMPER adalah salah satu strategi alternatif yang tujuannya bisa memunculkan ide-ide baru. SCAMPER sendiri juga mampu untuk membantu memecahkan ide-ide dalam situasi kritis. Sehingga bisa memunculkan ide yang lebih baik dan terperinci. SCAMPER merupakan singkatan yang terdiri dari Substitute, Combine, Adapt, Modify, Put to other uses, Eliminate, dan Reverse.

 

Pada kesempatan kali ini, saya akan membawa kasus SBM-ITB yang tujuannya untuk meningkatkan inovasi dalam institusi tersebut. Dan tentunya dengan menggunakan strategi scamper.

 

1. Substitute (Pengganti)

Sistem kelas diubah menjadi sistem kelas online yang integrative dan ciamik. Mutu portal website SBM-ITB harus ditingkatkan, jangan dibiarkan standar selalu dan minim informasi sehingga terlihat tidak dikelola dengan serius.

2. Combine (Menyatukan)

Semua bahan ajar-mengajar, jaringan blog yang isinya lengkap dengan berbagai informasi itu terkoneksi denganmedia-media sosial seperti Facebook, Twitter, Tumblr, dll supaya sistem pembelajaran menjadi semakin efisien.

3. Adapt (Beradaptasi)

Menjadwalkan satu atau dua hari dalam sebulan bagi mahasiswa untuk memilih lokasi yang paling enak untuk mereka belajar. Jadi, tidak selamanya di kelas.

4. Modify (Memodifikasi)

Perpustakaan yang dibuat menjadi lebih enak untuk mahasiswa nongkrong berjam-jam disana. Suasana dibuat menjadi lebih interaktif dengan ditambahkan kafetaria, jika perlu ada STARBUCKS atau tempat nongkrong asik lainnya, juga ada toko buku branded seperti Times, dll tetapi dengan “harga mahasiswa”.

5. Put to other uses (Menempatkan pandangan yang berbeda)

Menciptakan pandangan bahwa waktu yang dihabiskan oleh mahasiswa di SBM-ITB yang “fun” dan penuh petualangan ini tidak hanya memberi kesempatan pada mereka untuk memperoleh kualifikasi akademik, namun juga dengan pengalaman berharga dalam dunia nyata, dimana mereka akan memberikan manfaat yang baik ketika mereka menuju dunia pekerjaan.

6. Eliminate (Menghilangkan)

Bagi semua yang terlibat sebagai pengelola program SBM-ITB, hentikan kebiasaan “hanya” pandai bicara tentang kemajuan era digital, dan sebagainya. Akan tetapi, jadilah sekolah bisnis yang berhasil menerjemahkan teori tentang abad digital itu kedalam kenyataan. Utamakan aktivitas pembelajaran online mulai sekarang.

7. Reverse/Rearange (Mengatur ulang/membalikkan urutan)

Ubah kurikulum yang hanya cenderung kea rah akademis, text book based, tetapi yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar sekarang. Selain mengupayakan lulusannya menjadi ahli manajemen/bisnis yang memilki daya analisis tajam, ciptakan pula proses belajar yang interaktif dan menyenangkan supaya bisa menghasilkan orang-orang yang bisa menghasilkan ide-ide besar.

Demikian paparan diatas, semoga bisa menjadi inspirasi 😀
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s